Showing posts with label website. Show all posts
Showing posts with label website. Show all posts
Membuat frame yang full screen 100% dengan html akan adalah topik kita kali ini, membuat frame yang fullscreen tidak terlalu gampang, tidak cukup sekedar memberikan height 100% dan width 100%.


Image is under Creative Common by cpradi

Berawal dari sebuah pertanyaan di sebuah group di facebook, dimana seorang bertanya bagaimana membuat Iframe yang fullscreen, maka dengan itu kami berniat membuat sebuah tulisan yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini tidak akan panjang karena membuat nya juga tidak terlalu sulit, hanya perlu sedikit tambahan kode saja.


Lalu apa gunanya membuat frame? ada banyak alasan, salah satu alasan biasa digunakan iframe yaitu saat sebuah halaman dipindahkan ke domain baru, tapi user masih mengakses halaman yang lama (sebenarnya bisa di redirect).

Alasan lain yaitu ketika sebuah domain belum siap launching website nya, dan demo website masih diletakan di tempat yang berbeda, maka kadang untuk menampilkannya secara online kepada client, maka developer menggunakan frame. Dan masih banyak alasan lainnya.

Lalu bagimana cara membuatnya?

Pertama siapkan sebuah file HTML yang kita beri nama iframe.html.

Disini kita akan mencoba memuat halaman depan tutorial-webdesign.com dengan file tersebut, berikut ini adalah potongan kode yang bisa digunakan.


Bisa dilihat, kalau anda klik menu-menu yang ada di demo tersebut, url nya tidak berubah, itu menandakan bahwa halaman tersebut dimuat dalam sebuah frame.

Index.html
Letakan script berikut dibawah tag /head.

frameset rows="*,1" framespacing="0" border="0" frameborder="NO">
<frame src="http://tutorial-webdesign.com/" name="test" scrolling="auto" noresize>
</frameset>

<noframes>
<body>
</body>
</noframes>


Kenapa diletakan setelah tag /head dan tidak didalam tag body dan /body ? Karena begitulah cara penggunaan frame.

Sekian tutorial singkat ini, salam web development indonesia



SUMBER = http://www.tutorial-webdesign.com/membuat-frame-fullscreen-dengan-html/
Web designer yang memiliki kualitas baik itu gampang-gampang susah untuk dicari, ada banyak sekali web designer saat ini, apa lagi dengan semakin ramainya industri web di Indonesia khususnya.

Jika anda sedang ingin membangun sebuah website dengan desain yang baik, atau anda sedang mencari seorang web designer yang akan anda ajak untuk menjadi partner kerja anda dalam membangun sebuah website, maka coba luangkan waktu anda untuk membaca artikel berikut ini agar anda tidak salah dalam memilih orang (web designer). Karena beberapa designer cukup profesional di bidangnya namun sangat banyak juga yang amatir dan kurang bertanggung jawab.

Disini kami akan memberikan setidaknya 10 kualitas yang harus dimiliki oleh web designer yang baik atau bisa kita bilang cukup profesional dibidangnya, sehingga bisa jadi acuan anda dalam memilih web designer yang berkualitas.


1. Pendengar Yang Baik.

Image by Radu Chibzii

Seorang web designer yang baik itu mutlak harus bisa jadi pendengar yang baik, sehingga dia bisa memahami apa kebutuhan anda dan mempertimbangkan apa yang harus dia berikan untuk memenuhi keinginan anda dalam sebuah desain website.

2. Mempertimbangkan Gagasan Anda.

Banyak web designer yang egois, dia hanya fokus pada apa yang ingin dia lakukan terhadap website anda dan tidak memperdulikan apa yang anda inginkan terhadap website yang ingin dibuat. Web designer memang memiliki pengetahuan tentang apa yang dia akan buat, namun dia juga harus mempertimbangkan apa keinginan klien nya.


3. Komunikasi.

Selain harus bisa jadi pendengar, Seorang designer yang baik harus memiliki komunikasi yang baik juga, dia harus bisa menjelaskan terminologi tentang website dalam bahasa yang anda lakukan dengan dia. Dia Juga gampang dihubungi dan enak diajak berbicara.


4. Pengetahuan Tentang Teknologi.

Jika anda ingin menguji kemampuan atau pengetahuan web designer anda, maka tes lah pengetahuan nya tentang teknologi web. Dia harus familiar dengan tools yang digunakan dalam pembuatan sebuah website.


Image By IntelFreePress

5. Penggunaan Terminologi.

Seorang web designer tidak hanya mengenal teknologi, tapi dia juga harus mengerti bagaimana menggunakan teknologi tersebut.

Misalnya saat ini sedang marak istilah “Responsive Web Design“, designer mungkin tau secara teori namun apakah dia sudah bisa menggunakannya? apakah dia sudah pernah membuat. Silahkan anda lihat bagaimana dia menggunakan teknologi tersebut, bisa dengan melihat portfolio atau dari gagasan yang dia berikan.


6. Menjaga Bisnis dan Tujuan Bersama.

Anda tentu ingin website anda terlihat bagus, web designer yang baik juga harus punya komitmen untuk membuat sebuah desain yang memiliki kualitas bagus juga, web designer harus paham kalau apa yang dia buat akan menjadi/menambah portfolionya. Dengan memahami itu biasanya web designer akan selalu memberikan yang terbaik disetiap pekerjaan nya.

Untuk itu anda bisa dengan melihat portfolio nya, apakah dia konsisten membuat yang bagus atau hanya sesekali.


7. Menghemat Waktu dan Biaya Anda.

Kadang web designer hanya berfikir bagaimana agar dia mendapat penghasilan yang banyak dari anda. Jadi berhati-hatilah dengan web designer yang meminta waktu pengerjaan yang terlalu lama atau terlalu cepat, apa lagi jika dia dibayar perjam atau per hari. Sebaiknya tentukan berapa lama target dan biaya yang akan dikeluarkan sebelum memulai pekerjaan, designer yang baik tidak akan menghabiskan waktu anda dan tidak akan terburu-buru juga, buru-buru bisa membuat hasil jadi tidak maksimal.

Namun perlu diingat, jangan menekan harga web designer, karena bisa membuat dia bekerja dengan hati kurang senang, sehingga hasil jadi tidak maksimal, berikan harga terbaik sehingga dia happy dan dapat menghasilkan karya yang baik.


8. Pandai Menggabungkan Desain Lama Dengan Yang Baru.

Web designer yang baik bisa menggabungkan apa yang ada sebelumnya dengan gagasan-gagasan yang baru, dalam hal pembuatan desain website yang baru misal nya, dia akan memberikan sentuhan baru dengan tidak meninggalkan karakter website lama anda.

Namun jika anda ingin yang sesuatu yang benar-benar 100% berubah sebaiknya bicarakan dengan tegas juga, karena sebagian designer bekerja dengan melihat bagaimana anda/perusahaan anda sebelumnya.

Jadi minta dia memberikan masukan apa yang akan dia perbuat terhadap website anda, sebelum dia benar-benar anda pekerjakan, web designer yang baik harus bisa menjabarkan apa yang akan dia lakukan.


9. Memiliki Portfolio Yang Baik.


Image By kodamapixel

Yang paling utama tentu kita harus melihat apa yang pernah dia kerjakan, inilah hal cukup penting ketika kita ingin bekerjasama dengan orang lain. Lihat hasil karyanya, jika menurut anda menarik, janga hanya melihat satu, tapi lihat beberapa, apakah dia konsisten membuat yang baik atau tidak.

10. Rekomendasi / Nama Besar.

Image by Skampy

Jika dia banyak direkomendasikan oleh orang lain sudah barang tentu dia adalah seorang yang berkualitas dan punya citra baik dimata orang lain. Jadi cobalah untuk melihat sepak terjangnya di dunia maya, dengan aktifitasnya di sosial media atau di group/forum, kalau dia sering memberikan solusi untuk pertanyaan-pertanyaan di group bisa dibilang dia memiliki kemampun yang bisa diandalkan.

Sekian.



Udah pada bisa bikin form kaan.. Kalo belum belajar dulu di tutorial html yang saya bikin ya. :D

Saya  anggap sekarang udah pada bisa bikin  form di HTML. Nah sekarang bagaimana caranya membuat form yang kita buat itu dapat berinteraksi dengan php. Interaksi gimana? Ya maksudnya data2 di formnya bisa kita maenin gitu. Pokoknya gitu deh :D

Merancang sebuah form, setidaknya ada 3 hal yang perlu di cermati.
1. METHOD
Method dari sebuah form menentukan bagaimana data inputan form dikirim. Method ini ada dua macam, yaitu GET dan POST. Method ini menentukan bagaimana data inputan dikirim dan diproses oleh PHP.

2. ACTION
Action dari sebuah form menentukan dimana data inputan dari form diproses. Jika action ini dikosongkan, maka dianggap proses form terjadi di halaman yang sama. Jadi halaman form dan halaman proses bisa saja dipisah atau dijadikan satu.

3. SUBMIT BUTTON
Submit button merupakan sebuah tombol (pada umumnya) yang berfungsi sebagai trigger pengiriman data dari form inputan. Jika tombol ini ditekan, maka data form akan dikirimkan (diproses) di halaman yang sudah ditentukan pada atribut action.

CARA PENANGANAN FORM
Untuk melakukan penanganan pada form terdapat beberapa cara. Salah satuny adalah dengan cara menyatukan form dengan proses. Jadi dia masih di file yang sama.

Contohnya gini :

MENYATUKAN FORM DENGAN PROSES
<html>
<head><title>Pengolahan Form</title></head>
<body>
<FORM ACTION="" METHOD="POST" NAME="input">
Nama Anda : <input type="text" name="nama"><br>
<input type="submit" name="Input" value="Input">
</FORM>
</body>
</html>
<?php
if (isset($_POST['Input'])) {
$nama = $_POST['nama'];
echo "Nama Anda : <b>$nama</b>";
}
?>
PENJELASAN PROGRAM :

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari program  di atas, di antaranya mengenai nama setiap komponen form karena nama ini akan menjadi index array dalam PHP. Pada program 4.1 di atas, value atribut action pada tag form tidak diisi (baris 4), ini berarti bahwa proses pengolahan form berada di halaman yang sama. Selanjutnya (baris 4) method yang digunakan dalam penanganan form
adalah POST. Cara ini lebih disarankan dalam penanganan sebuah form inputan.

Mulai baris ke-11 hingga 16, terdapat script / program PHP yang akan menangani (mengolah) nilai yang diinputkan melalui form. Letak proses inputan ini boleh sebelum atau sesudah form, tergantung kebutuhan. Pada baris ke-12, terdapat pemeriksaan kondisi apakah tombol dengan nama “Input” (perhatikan index array $_POST dan bandingkan dengan name tombol submit pada form) benar-benar ditekan atau tidak oleh user.

Selanjutnya pada baris ke-13, nilai inputan dari form akan diambil dengan cara mengakses array $_POST sesuai dengan komponen form yang akan diambil. Pada baris 13 ini, isi komponen inputan dengan nama “nama” akan diambil dan dimasukkan ke variabel $nama. Index array $_POST pada baris 13 harus sama dengan value atribut name pada baris ke-5.

MEMISAHKAN FORM DENGAN PROSES
Kalo kita perhatikan di program yang sebelumnya. Tag action yang kita buat di dalem form kan dibiarin kosong. Nah kalo kita mau di pisah form dengan prosesnya harus  di isi si action itu. Jadi si action itu adalah lokasi file yang akan memproses data yangkita buat di dalam form.

Jadi kita harus bikin dua  file? IYA BETUL! :D

Contoh msal kita bikin fle input.php
Skripnya kaya  gini :
<html>
<head><title>Pengolahan Form</title></head>
<body>
<FORM ACTION="proses02.php" METHOD="POST" NAME="input">
Nama Anda : <input type="text" name="nama"><br>
<input type="submit" name="Input" value="Input">
</FORM>
</body>
</html>

Nah coba perhatikan skrip di atas. Di FORM ACTION="proses02.php"

Itu artinya kita akan memproses data yang kita punya didalam file proses02.php
Makanya  kita harus bikin dulu file proses02.php nya

Kaya gini skripnya :
<?php
if (isset($_POST['Input'])) {
$nama = $_POST['nama'];
echo "Nama Anda : <b>$nama</b>";
}
?>

Nah itulah cara memproses form dengan php. Masih sangat sederhana sih. Kan masih dasar. Nanti saya lanjutin lagi ke prosesyang lebih rumit ya :D


Pelan pelan belajar mah harus enjoy lads. B-)
Perulangan? Apa? Tidak naek kelas? Heheh

Jadi perulangan itu fungsinya untuk meringkas script yang kita tulis.
Misal kita akan membuat tabel sebanyak 100 baris. Bisa sih kita bikin <tr><td> sebanyak 100 kali. Tapi kan cape, udah gitu buang waktu juga toh. Makanya denga adanya perulangan ini untuk meringkas semua itu :D

Sebelum kita belajar mengimpplementasikan perulangan. Sebaiknya kita lihat dulu struktur dasar dari perulangan.

  1. Struktur perulangan FOR

for (init_awal, kondisi, counter) {
statement-yang-diulang;
}

Keterangan :
  • init_awal merupakan inisialisasi atau nilai awal variable.
  • kondisi merupakan statemen kondisi yang akan membatasi perulangan.
  • counter merupakan pertambahan atau pengurangan nilai variabel
sehingga perulangan tetap berjalan.

  1. Struktur perulangan DO ... WHILE

init_awal;
do {
statement-yang-diulang;
counter;
} while (kondisi);

Keterangan :
  • init_awal merupakan inisialisasi atau nilai awal variable.
  • kondisi merupakan statemen kondisi yang akan membatasi perulangan.
  •  counter merupakan pertambahan atau pengurangan nilai variabel
sehingga perulangan tetap berjalan.
  •  Pada struktur do...while, pemeriksaan kondisi ada di bawah, sehingga
statement yang berada dalam block do...while setidaknya akan dieksekusi
sebanyak satu kali.

  1. Perulangan Foreach
foreach (array_expression as $value)
statement;

foreach (array_expression as $key => $value)
statement;

Keterangan :
  • Struktur foreach biasanya digunakan untuk melakukan perulangan
berdasarkan isi suatu array. Perulangan akan berakhir jika isi array telah
habis.

Nah setelah kita mempelajari struktur dasar dari perulangan. Sekarang saatnya untuk implementasi :D

Contoh perulangan menggunakan FOR
<?php
/* contoh 1 */
for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
echo "$i ";
}
echo "<br><br>";
/* contoh 2 */
for ($i = 1; ; $i++) {
if ($i > 10) {
break;
}
echo "$i ";
}
echo "<br><br>";
/* contoh 3 */
$i = 1;
for (; ; ) {
if ($i > 10) {
break;
}
echo "$i ";
$i++;
} echo "<br><br>";
/* contoh 4 */
for ($i = 1; $i <= 10; print "$i ", $i++);
?>

Keterangan program :
Program di atas merupakan bentuk-bentuk perulangan dengan menggunakan for.
Contoh yang pertama (baris 4-6) merupakan bentuk yang paling umum. Pada
contoh 2, batas akhir perulangan tidak disebutkan dalam for, tapi diatur dengan if
dan break (baris 11-13).

Contoh perulangan menggunakan While
<?php
/* contoh 1 */
$i = 1;
while ($i <= 10) {
echo $i++;
}
echo "<br><br>";
/* contoh 2 */
$i = 1;
while ($i <= 10):
echo "$i";
$i++;
endwhile;
echo "<br><br>";
/* contoh 3 */
$i = 1;
while ($i <= 6) {
echo "<h$i>Heading $i</h$i>";
$i++;
}
?>

Keterangan program :
Program di atas merupakan beberapa variasi perulangan dengan while. Contoh
yang pertama (baris 3-6) merupakan bentuk yang paling umum dipakai. Blok
perintah (baris 5) akan dijalankan selama pemeriksaan kondisi pada baris ke-4
bernilai TRUE. Contoh kedua merupakan bentuk lain dari while, bentuk ini jarang
digunakan. Pada contoh ketiga, penggunaan perulangan untuk menampilkan
tulisan dengan format <H1> sampai <H6>

Contoh perulangan menggunakan Do While
<?php
$i = 1;
do {
echo "$i ";
$i+=2;
} while ($i <= 20);
?>

Keterangan program :
Program di atas akan menampilkan bilangan ganjil antara 1 sampai 20
menggunakan struktur perulangan do..while. Pada struktur perulangan
do...while, pemeriksaan kondisi berada di bawah.

Struktur Break dan Continue
<?php
for ($i=1; $i<10; $i++) {
if ($i == 5)
continue;
if ($i == 8)
break;
echo "$i ";
}
?>

Keterangan program :
Dari program di atas, dapat disimpulkan bahwa perintah continue akan
melanjutkan proses perulangan tanpa melewati (meng-eksekusi) baris perintah di
bawahnya. Jadi perintah pada baris 6-8 akan dilewati (5 tidak akan tercetak)
Sedangkan dengan perintah break akan menyebabkan program menghentikan
perulangan (langsung keluar dari perulangan)

Nah kira kira segitulah contoh penggunaan form. Pokoknya harus sering-sering nyoba. Bahkan harus sering-sering ERROR. Biar tau cara penyelesaian kalau ada ERROR. :D


SEMANGAT!
Sebelumnya bagi yang belum tahu bagaimana sih kita bisa memunculkan nama hari di website yang kita buat.. Caranya adalah dengan menggunakan fungsi date()

Coba deh ketikin script yang dibawah ini

<?php
$hari = date("D");
Echo $hari;
?>

Ketika dijalankan nanti itu akan muncul nama hari ini, tapi dengan bahasa inggris. Nah sekarang bagaimana caranya kalau kita ingin memunculkan hari dengan bahasa indonesia.
Caranya adalah dengan menggunakanfungsi Switch..Case


Script di atas akan kita sempurnakan menjadi seperti ini

<?php
$day = date("D");

switch ($day) {
case 'Sun' : $hari = "Minggu"; break;
case 'Mon' : $hari = "Senin"; break;
case 'Tue' : $hari = "Selasa"; break;
case 'Wed' : $hari = "Rabu"; break;
case 'Thu' : $hari = "Kamis"; break;
case 'Fri' : $hari = "Jum'at"; break;
case 'Sat' : $hari = "Sabtu"; break;
default : $hari = "Kiamat";
}
echo "Hari ini adalah hari $hari ";

Coba deh jalanin. Pasti sekarang udah muncul hari pake bahasa indonesia :D


Selamat mencobaaaa...
Pernah lihat script isset? Dulu saya sempet bingung waktu bongkar coding punya orang lain. Kok ada issetnya.. Itu apa ya?

Nah setelah saya pelajari, jadi si isset() itu buat ngecek sebuah variable. Jadi di cek si variable itu sdah terbentuk atau belum. Ada isinya atau tidak.

Saya kasi contoh kasusnya deh.

<?php
$user="";
if (!isset($user)) {
echo "Variabel tidak ada/belum terbentuk";
} else {
echo "Variabel ada";
}
?>
Script di atas kan ada isset($user)
Itu maksudnya ngecheck, si variable $user itu ada atau tidak. Sebelumnya kan udah kita definisikan $user=""

Artinya variable $user itu sudah ada.

Coba deh jalanin. Pasti nanti yang muncul itu "variable ada" kalo udah coba hapus script ini

 $user="";

Dan jalanin programnya.


Selamat mencoba, jangan takut salah karena hidup ini berawal dari kesalahan :D
Oke lads, kali ini kita akan belajar bagaimana caranya membuat suatu kondisi dalam bahasa pemograman PHP. Kondisi itu apa sih? Kondisinya itu pokoknya kalo kita mau melakukan aksi. Dan dua atau lebih pilihan aksi dan kita juga harus menentukan aksi mana yang akan dijalankan. Tapi tentu saja sistem/program yang kita buat yang akan memilih. Oleh karena itulah kita menggunakan struktur kondisi.

Untuk  lebih jelasnya, coba perhatikan script dibawah ini :
  1. Struktur Kondisi If

if (kondisi) {
statement-jika-kondisi-true;
}

Keterangan :
 kondisi merupakan statemen atau variabel yang akan diperiksa TRUE
atau FALSE-nya.

  1. Struktur Kondisi If ... Else
if (kondisi) {
statement-jika-kondisi-true;
} else {
statement-jika-kondisi-false;
}
Keterangan :
kondisi merupakan statemen atau variabel yang akan diperiksa TRUE
atau FALSE-nya. Jika kondisinya TRUE maka statemen yang berada di blok
if akan dieksekusi, sebaliknya jika kondisinya FALSE maka statemen yang
berada di blok else yang akan dieksekusi.

Nah itu adalah struktur dari penggunaan kondisi IF, sebetulnya ada lagi kondisi CASE, itu akan kita bahas di artikel selanjutnya ya :D

Sekarang kita akan mengimplementasikan struktur IF di atas kedalam bahasa pemograman PHP. Cobalah buat file baru dan ketikan script dibawah ini.

<?php
$nilai = 80;
if ($nilai >= 60) {
echo "Nilai Anda $nilai, Anda LULUS";
}
?>

Nah kalo kita jalankan maka akan muncul tulisan "Nilai Anda 80, Anda LULUS"
Kenapa bisa begitu? Kok muncul angka 80? Kan kita ngetiknya $nilai bukan 80.

Itu karena $nilai adalah sebuah variable yang sudah kita buat dan kita tentukan nilainya 80.


Kemudian muncul pertanyaan. Kalo nilainya kita isi dengan 50 bagaimana?
Nah kalo nilai 50 berarti gak lulus dong. Terus si script IF tadi juga belum selesai.. Kenapa? Karena dia hanya kita set untuk jika nilainya lebih atau sama dengan 60. coba kita edit script tadi menjadi seperti berikut :

<?php
$nilai = 50;
if ($nilai >= 60) {
echo "Nilai Anda $nilai, Anda LULUS";
} else {
echo "Nilai Anda $nilai, Anda GAGAL";
}
?>

Nah coba kita perhatikan script di atas. Sekarang ada tambahan ELSE. Else itu apa sih? Saya akan bahasa indonesia kan maksud dari script di atas ya. Jadinya gini

Jika nilai lebih dari sama dengan 60 maka
Nilai anda $nilai, anda LULUS
Jika tidak
Nilai anda $nilai, anda GAGAL

Jadi.. ELSE itu artinya JIKA TIDAK?
Yap bisa di artikan seperti itu..


Oke selamat mencoba.. Jangan sungkan untuk bertanya :)
Dalam PHP, komentar program bisa menggunakan :
/* dan */
// dan
 #

Contoh penerapan pada program :

<?
/* Ini komentar tidak akan tercetak di layar
yang ini juga komentar
*/
// Nah kalo ini komentar satu baris
# Terus kalo ini juga komentar
echo "Ini akan tercetak di layar";
?>


Konstanta merupakan variabel konstan yang nilainya tidak berubah-ubah. Untuk mendefinisikan konstanta dalam PHP, menggunakan fungsi define()

Buat lah file baru dan kemudian ketikan script dibawah ini :

<?
define ("NAMA", "Achmad Solichin");
define ("NILAI", 90);
//NAMA = "Muhammad"; //akan menyebabkan error
echo "Nama : " . NAMA;
echo "<br>Nilai : " . NILAI;
?>


Kemudian jalankan program tersebut. 
Pada PHP, tipe data variabel tidak didefinisikan oleh programmer, akan tetapi secara otomatis ditentukan oleh intepreter PHP. Namun demikian, PHP mendukung 8 (delapan) buah tipe data primitif, yaitu :
1. boolean
2. integer
3. float
4. string
5. array
6. object
7. resource
8. NULL

Contoh penggunaan :
Buat file baru kemudian ketikan script berikut :
<?php
$nim = "001";
$nama = 'IRVAN GALUH';
$umur = 23;
$nilai = 82.25;
$status = TRUE;
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama<br>";
print "Umur : " . $umur; print "<br>";
printf ("Nilai : %.3f<br>", $nilai);
if ($status)
echo "Status : Aktif";
else
echo "Status : Tidak Aktif";
?>

Setelah itu save di dengan nama tipe.php

Jalankan dengan membuka alamat http://localhost/latihan/tipe.php

Maka akan menghasilkan tampilan seperti ini :


Setelah kita belajar apa itu variable.. Ga keren dong kalo kita ga nyoba. Makanya kemon kita langsung prakter lads.

Coba buka lagi notepadnya. Bikin file baru, kemudian ketikan kode berikut :

<?php
$nim = "12121201";
$nama = 'IRVAN GALUH';
echo "NIM : " . $nim . "<br>";
echo "Nama : $nama";
?>

Kemudian save file ini dengan nama "variable.php" dan simpan di folder yg sama dengan  file "halo.php"

Kemudian jalankan browser anda buka alamat berikut ini :



Maka akan muncul tampilan berikut ini


Variable itu bisa kita abaratkan sebuah wadah/tempat. Yang kita pakai untuk menyimpan nilai atau sebuah informasi yang akan kita olah.

Berikut adalah ketentuan membuat variable di PHP :
  •  Nama variabel diawali dengan tanda $
  • Panjang tidak terbatas
  •  Setelah tanda $ diawali oleh huruf atau under-scrore (_). Karakter
berikutnya bisa terdiri dari huruf, angka, dan karakter tertentu yang
diperbolehkan (karakter ASCII dari 127 – 255).
  • Bersifat case-sensitive.
  • Tidak perlu dideklarasikan.
  •  Tidak boleh mengandung spasi.

 Contoh :

Benar
- $_name
- $first_name
- $name3
- $name_3


Salah
- $3name
- $name?
- $first+name
- $first.name

- $first name
Kita akan belajar bagaimana membuat file php. Aplikasi yang saya gunakan cukup notepad. Lebih bagus lagi jika menggunakan notepad++ (biar lebih berwarna aja)

Buat file baru di notepad. Kemudian ketikan code berikut ini :

<?php
echo "Hello, Nama saya PHP ";
?>


Kemudian simpan file tersebut dengan nama "HALO.PHP"
Simpan file tersebut di folder (latihan) yang sudah dibuat di dalam foler htdocs(jika anda belum bisa bisa cek disini).

Pastikan anda sudah menjalankan web server anda. Dalam hal ini saya menggunakan xampp. Setelah apache dan mysql anda aktif. Buka browser anda, Dan ketikan alamat berikut ini :


Maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :


Nah ini adalah file PHP pertama kita.


Semangat belajarnya yaaa....

PHP merupakan singkatan recursive dari PHP : Hypertext Prepocessor. PHP sendiri Pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Bahasa pemograman PHP Harus ditulis di antara tag : 1. 2. 3. 4. <% dan %> Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;). PHP bersifat CASE SENSITIVE untuk nama identifier yang dibuat oleh user (berupavariable, konstanta, fungsi dll), namun TIDAK CASE SENSITIVE untuk identifier built-in dari PHP. Contohnya seperti ini : $nama ≠ $Nama ≠ $NAMA hitungLuas() ≠ HitungLuas() echo = ECHO while = WHILE
HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language. Ini adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi. saking tingginya orang awam pun dapat dengan mudah mempelajari bahasa ini. tanpa basa basi yuk langsung kita mulai

1.cara membuat file HTML
untuk membuat file html, kita dapat menggunakan notepad. buka aplikasi notepad yang terdapat di komputer kalian. ketikan random saja misal "asdff" kemudian save.

ketika save file biasanya windows akan langsung otomotasi mengarahkan extension file menjadi .txt
kamu rubah manual saja. save as type nya berubah jadi all files kemudian beri nama file yang kita buat tadi dengan nama belajar.html

kita sudah membuat file html dengan konten yang asal-asalan. tidak apa itu awal yang bagus. sekarang lets go kita belajar ke step berikutnya.. ready cumrades?? 
Desain web adalah salah satu bidang desain yang mengumpulkan berbagai keahlian dalam satu tempat. Ini membuat banyak orang bingung ketika memulai belajar desain web. Haruskah belajar pemrogramannya terlebih dahulu? Ataukah harus memulai dengan mendesain di Photoshop? Artikel ini akan membahas beberapa tips yang mudah-mudahan mempermudah Anda untuk belajar desain web.


1. Mulai dengan Mempelajari Desain Minimalis

Desain minimalis adalah gaya desain pertama yang harus Anda kuasai. Dalam desain minimalis, Anda dituntut untuk menghasilkan desain yang efektif tanpa perlu disibukkan dengan detail-detail yang tidak begitu penting. Dengan menguasai desain minimalis, maka sebenarnya Anda telah menjalankan tujuan utama yang diharapkan dalam desain web yaitu membuat situs yang berfungsi.

2. Selalu Memulai dengan Struktur yang Matang

Masalah yang sering terjadi adalah sering kali si desainer terlalu disibukkan dengan detail-detail kecil seperti tekstur, warna, atau font. Padahal hal penting pertama yang harus dipikirkan adalah merencanakan struktur situs. Sebuah blog memiliki struktur berbeda dengan portfolio karena isinya lebih cepat diperbarui. Blog perusahaan memiliki gaya berbeda dengan blog personal.
Oleh karena itu, langkah awal mendesain web tidak dilakukan di Photoshop. Tapi, dengan coretan-coretan pensil di selembar kertas. Detail-detail kecil seperti tekstur atau warna situs bisa diputuskan setelah struktur penting berhasil diperoleh.

3. Selalu fokus Pada Fungsi

Web desainer bukanlah seorang seniman. Web desainer adalah seorang desainer yang memiliki tugas menyampaikan pesan melalui situs. Jadi, fokuslah pada fungsi situs bukan pada hiasan-hiasan dan pernak-pernik situs.
Animasi memang menarik. Gambar latar besar juga terlihat bagus. Tapi, sebelum menggunakannya tanyakan pada diri Anda “Apakah pemilik dan pengunjung situs membutuhkannya?” Untuk memahami fungsi dalam desain web, biasakan untuk rutin membaca artikel terkait usability dan user experience. Referensi yang bagus bisa Anda peroleh di Smashing Magazine dan useit.

4. Ikuti Struktur Desain Web Yang Sudah Baku

Mungkin Anda telah memperhatikan bahwa biasanya blog memiliki struktur dua kolom dengan sidebar di kanan dan logo di kiri atas. Layout ini digunakan banyak orang karena fakta sederhana, berhasil. Studi usabilitas menunjukkan bahwa pengunjung sudah terbiasa dengan sidebar di kanan dan isi blog di kiri. Pengunjung juga secara alami mengetahui bahwa sisi kiri atas berisi identitas situs yang jika diklik akan membawanya ke halaman depan. Jika Anda mendesain blog, maka kemungkinan besar layout inilah yang harus Anda gunakan.

Desain web telah berkembang pesat dan semua standar yang ada saat ini adalah hasil penelitian melelahkan para ahli. Jadi, jangan pernah menganggap layout desain dua kolom atau teks hitam di atas putih sebagai membosankan. Jangan ragu untuk menggunakannya hanya karena orang lain menggunakannya juga.



5. Perhatikan Trend Desain Web Saat Ini

Seperti jenis desain lainnya, desain web pun memiliki trendnya sendiri. Misalnya, trend saat ini adalah maraknya penggunaan tekstur secara lembut (subtle). Anda bisa memperoleh informasi trend yang ada saat ini dengan memperhatikan desain situs-situs terkemuka, situs portfolio desainer semacam dribbble, atau melalui desain populer di marketplace seperti themeforest.

6. Kuasai Software yang Digunakan

Satu hal yang perlu dipahami adalah Anda tidak harus menguasai semua aspek teknis dalam mendesain web. Bisa jadi seorang desainer web hanya pintar Photoshop tanpa bisa sedikitpun CSS atau sebaliknya. Kekurangan ini bisa ditangani dengan mencari partner lain yang memiliki skill berbeda dengan Anda.
Anda juga tidak perlu mempersoalkan software yang digunakan dalam mendesain. Sebagian desainer memilih Photoshop dan sebagian lagi memilih Fireworks. Silakan pilih software yang Anda suka dan kuasailah dengan sungguh-sungguh.

7. Pelajari Dasar-dasar Tipografi

Tipografi web adalah area detail yang sangat penting namun sering kali disepelekan. Tipografi memegang peran penting karena menjembatani pesan dari pemilik situs pada pengunjungnya.
Perhatikan pula bahwa tipografi dalam desain web berbeda dengan desain di medium lainnya. Teks di situs bisa muncul dalam browser berbeda dengan kombinasi font yang berbeda. Oleh karena itu, gunakanlah waktu Anda untuk mempelajari kombinasi font dan setting yang relatif berguna dalam semua kondisi.

8. Jangan Lupakan Whitespace

Whitespace adalah area kosong yang memberi ruang bernafas bagi pengunjung situs. Whitespace memberikan ruang bagi pengunjung untuk fokus pada area-area tertentu dan juga memberikan struktur yang logis pada tampilan situs. Tanpa whitespace, situs akan terlihat terlalu penuh dan membingungkan pengunjung.